You are here
Beranda > Hiburan > 5 Hiburan Malam Di Negara Muslim

5 Hiburan Malam Di Negara Muslim

BacaArtikel.com – Hiburan malam untuk kaum milenial sangatlah penting dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Dan apabila kita mendengan kata hiburan malam, pasti yang terbesit di pikiran kita adalah Dugem, Alkohol, Narkoba, Mabuk, dan contoh negatif lainnya.

Namun apakah kalian tahu, bahwa ada hiburan malam untuk negara-negara muslim yang dapat kita ambil sebagai contoh di kemudian hari. Berikut akan kami jelaskan beberapa contoh nya berikut ini :

 

1.Bermain PingPong di Club Malam Dubai

Semua orang mengenal Dubai dengan segala kemewahannya, tentu saja mereka punya banyak alternatif menikmati suasana malam. Salah satu cara yang diminati dan cukup populer di sana ialah pergi mengunjungi Ping-Pong Night Club. Tempat ini didirikan dan diresmikan pada April 2013 lalu oleh Susan Sarandon, seorang aktris Hollywood pemenang piala Oscar. Tujuannya sederhana, mempopulerkan olahraga ping-pong.

Hadir dengan konsep klub malam, di dalamnya memang masih menyajikan minuman beralkohol. Tapi bisa lah diadaptasikan ke konsep yang lebih syariah dengan meniadakan alkohol. Lumayan lah buat orang-orang yang ingin menyari kegiatan malam. Hitung-hitung berolah raga dan meregangkan badan sebelum tidur.

 

2.Club Malam Tanpa Alkohol Di Turki

Di negara islam lainnya macam Turki,  ternyata juga banyak klub-klub malam dan bar bergaya Barat bermunculan. Pembedanya, klub malam di Turki bebas minuman beralkohol. Usut punya usut, ternyata semua ini tercipta sebagai tuntutan dari para kaum muslim tajir di negara tersebut. Mereka ingin bergaya hidup modern tanpa melanggar ajaran islam. Menarik sih, mungkin hiburan macam inikah yang dimaksud Pak Sandiaga?

Dengan adanya klub malam bebas alkohol ini, kaum muslim pun bebas menghabiskan malam tanpa perlu khawatir pulang ke rumah dalam keadaan mabuk atau teler. Sudah sejak tiga tahun silam Turki ‘mengoperasikan’ klub malam dengan konsep serupa. Waktu bukanya mulai pukul 10 pagi hingga 4 sore di hari kerja, dan pukul 9 pagi sampai 4 shubuh saat akhir pekan. Bisa lah ya dijadikan acuan.

 

3.Kafe Islami Di Mesir

D’Cappucino ialah kafe pertama dengan atmosfer islami yang didirikan di Mesir. Hingga kini di kawasan yang sama sudah berderet banyak kafe yang tak pernah sepi pengunjung. Di kafe-kafe dengan konsep islami ini, pengunjung pria dan wanita tak boleh duduk satu meja. Mereka juga tidak dihibur oleh alunan musik khas kafe yang mencipta suasana romantis.

Jangan pernah berharap kamu akan menemukan pelayan seksi atau pengunjung merokok sembari menikmati sajian. Dan satu lagi, kafe ini akan tutup sementara ketika waktu shalat tiba. Misi yang diusung dari didirikannya kafe ini yaitu mencerminkan nilai-nilai moral dalam masyarakat islam. Meski kesan konservatif yang melekat, tapi kafe-kafe ini selalu penuh pengunjung.

 

4.Lahore Foodstreet Di Pakistan

Lahore merupakan ibukota Punjab, dan juga kota terbesar kedua di Pakistan. Kota ini dikenal sebagai kota seni dan budaya, dan dipenuhi oleh bangunan-bangunan bersejarahnya. Nah di kota ini ada satu kawasan foodstreet yang terletak di samping sebuah masjid megah, Badshahi Mosque. Tempat jajan beragam makanan khas Pakistan ini selalu jadi jujugan masyarakat lokal dan para wisatawan untuk menghabiskan malam. Mungkin kegiatan malam yang dipusatkan pada jajanan atau wisata kuliner dapat lebih dikembangkan lagi di Jakarta. Biar tidak tergoda ke tempat-tempat ‘maksiat’ karena sibuk menikmati makanan.

 

5.Pasar Malam Marakesh Di Maroko

Pasar malam di Marrakesh, Maroko ini begitu tenar di seantero dunia. Pengunjung bisa mendapati banyak hal ketika berkunjung, mulai dari rempah-rempah, sandal, sepatu kulit khas Maroko, hingga baju kaftan dan jallaba. Pasar malamnya sangat besar dan punya banyak gang kecil, sehingga menjadikannya macam labirin dengan jejeran karpet, selendang dan pakaian khas Maroko. Kios-kios berjajar, kursi dan bangku panjang berderet di jalanan, wangi daging menyeruak di udara, inilah potret pasar malam yang paling menghipnotis di Maroko.

 

SUMBER