You are here
Beranda > Kesehatan > Zat Candu Gadget : Yang Berbahaya Bagi Tumbuh Kembang Anak

Zat Candu Gadget : Yang Berbahaya Bagi Tumbuh Kembang Anak

Dapat Terkena Bahaya Radiasi

Sifat balita yang serba ingin tahu jadi salah satu alasan mereka tertarik pada gadget yang digunakan orangtuanya. Apalagi warna-warna cerah dan suara yang keluar dari alat tersebut membuat si anak makin betah memainkannya. Memang, nggak salah jika si kecil asyik memainkan tablet, komputer, atau smartphone. Tapi jika mereka memainkan perangkat tersebut dalam jangka waktu yang panjang, ini bisa memperbesar risiko dampak negatif negatif gadget yang akan menyerang buah hati kita. Apa saja sih dampak negatif gadget yang akan timbul pada anak?

Penelitian yang dilakukan Universitas Leeds di Nottingham dan Universitas Manchester and Institute of Cancer Research di London, Inggris menyatakan bahwa penggunaan gadget khususnya telepon genggam pada anak harus dibatasi. Pasalnya, syaraf-syaraf mereka yang masih berkembang dan tengkorak yang masih tipis dikhawatirkan akan lebih mudah terserang radiasi microwave yang dikeluarkan dari telepon genggam. Radiasi penggunaan telepon genggam di dekat kepala dikhawatirkan bisa menghancurkan sel-sel otak balita.

Dapat Membuat Balita Ketagihan & Kurang Aktivitas

Bermain dengan gadget bisa membuat balita ketagihan. Jika hal ini terjadi, biasanya mereka sudah tidak berminat lagi berinteraksi dengan orang lain. Maka, akan lebih bijak bila kita membuat jadwal si kecil boleh memainkan perangkat teknologi tersebut. Misalnya, hanya di malam hari agar kita dan pasangan bisa mengawasi.Berkurangnya aktivitas fisik si kecil juga jadi salah satu dampak negatif terlalu sering memainkan gadget.

Di usianya yang masih dalam masa pertumbuhan, balita butuh banyak beraktivitas untuk pembentukan otot dan pengenalan anggota tubuhnya. Jika mereka lebih asyik bermain dengan tablet atau smartphone, lama kelamaan mereka jadi malas bermain di luar rumah bersama dengan teman-teman seusianya. Sekali lagi, pastikan balitamu punya batas waktu untuk bermain dengan gadget. Di usianya yang masih sangat muda, syaraf sensor balita juga masih sangat peka terhadap cahaya, warna, suara, dan aksi yang diulang-ulang. Gadget memiliki perangsang-perangsang cahaya, warna, suara, dan aksi tersebut dan bisa mengganggu sensor anak. Karena perangsang atau stimultan tersebut, syaraf sensor balita akan terganggu dan membuat si kecil susah berkonsentrasi.

Melatih Fungsi Motorik

Di balik segala efek negatif yang bisa muncul, penggunaan gadget pada balita juga memiliki manfaat kok. Menurut Nicole Fonovich, pemilik dan pembuat Luca Lashes, line di bidang multilingual e-books dan desain aplikasi untuk anak-anak, gadget canggih justru bermanfaat untuk balita karena memiliki banyak aplikasi untuk koordinasi mata dan tangan mereka. “Kecepatan balita belajar menggunakan tablet atau smartphone sangat mengagumkan. Sayang sekali jika kepintaran yang mereka miliki digunakan hanya untuk permainan sederhana,” katanya.

Perkembangan fungsi motorik si kecil juga bisa terlatih saat menggunakan gadget. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menekan-nekan keyboard, menggerak-gerakkan mouse, atau menggeser-geser layar sentuh. Latihan ini sama efektifnya dengan melukis atau menggambar di atas kertas. Melatih koordinasi tangan dan mata balita bisa membuatnya terampil melakukan kegiatan fisik seperti menangkap bola, bermain alat musik, dan lainnya saat mereka besar. Jadi, agar penggunaan gadget tidak melulu memberikan dampak negatif, sebagai orangtua kita harus membatasi dan mengawasi sejauh mana si kecil menggunakan fasilitas gadget yang kita berikan.

Source

Picture by Google